Ade Yasin:Pembangunan Huntap Di Laksanakan Secara Multi Years

Bogor, kabarpokja.com

Bupati Ade Yasin mengikuti rapat secara virtual dengan Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait pembangunan Hunian Tetap (Huntap), bagi masyarakat korban bencana di Kabupaten Bogor, awal 2021 acara berlangsun di ruang VIP A Gedung Tegar Beriman, Kamis (7/1/2021).

Ade Yasin mengatakan, saat ini pemerintah pusat sedang membangun Huntap di dua desa yakni Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg dan Huntap di Desa Urug Kecamatan Sukajaya.

“Pembangunan Huntap di dua lokasi tersebut, dilaksanakan secara multi years, atau berlangsung sejak 2020 hingga 2021 ini. Semoga saja pembangunannya bisa selesai seluruhnya di 2021 dan masyarakat korban bencana bisa segera menempati Huntap ini,” ujar Ade Yasin.

Ade Yasin juga mengatakan, bahwa akan mengirimkan surat kepada Pemerintah Pusat agar pembangunan Huntap pada dua desa tersebut ditambah, ada 2.000 KK yang terdampak bencana.

Sementara itu Sekretaris DPKPP Kabupaten Bogor, Irma Lestiana mengatakan dari 52 hektar lahan tersebut, 43 hektar diantaranya bakal digunakan untuk pembangunan Huntap.

Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini tengah mengajukan permohonan pembangunan 500 Huntap kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 500 Huntap kepada pemerintah provinsi, dan 500 Huntap lainnya ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR).

“Karena saat ini kami sedang dalam proses pengajuan, makanya pemerintah pusat ingin melihat sejauh mana kesiapan lahan yang kami miliki. Makannya kami tadi membahas 53 hektar lahan yang kita siapkan untuk pembangunan Huntap,”Kata Irma Lestiana.

Lahan tersebut, berlokasi di PT Perkebunan Nusantara (PN) Cikasungka, yang meliputi Desa Cigudeg, Desa Sukaraksa, Desa Urug dan Desa Sipayung. “Semoga saja pengajuan 1500 Huntap ini bisa berjalan sesuai dengan perencanaan,”harap Irma.

Irma membenarkan, jika jumlah Huntap tersebut masih kurang dari kebutuhan. Lantaran jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana mencapai hampir 2000 KK. “Memang masih kurang, tapi kan kami terus berusaha untuk melakukan pembangunan Huntap secara bertahap,”Ujar Irma. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *