Bupati Bogor Ajak Seluruh Jajaran Untuk Kolaborasi Maksimalkan Penerapan PPKM Darurat .

Bogor,kabarpokja.com

Bupati Bogor Ade Yasin ajak seluruh Kepala Perangkat Daerah, para camat, RSUD, TNI dan Polri untuk menyukseskan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari 3-20 Juli 2021 di Kabupaten Bogor. Mulai dari masif lakukan sosialisasi PPKM Darurat, memastikan pemenuhan kebutuhan dasar Rumah Sakit, dan mendorong percepatan vaksinasi, itu diungkapkan Bupati Bogor melalui zoom meeting saat Rapat Koordinasi Penanganan Terkini Covid-19 di Pendopo Bupati Bogor, Ahad (4/7).

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, perlu sosialisasi PPKM Darurat yang masif di seluruh platform media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kondisi PPKM Darurat, termasuk para pelaku usaha dan para PKL bahwa selama penerapan PPKM Darurat ini tempat makan tidak boleh makan ditempat, kapasitas hanya 25%.

“Agar para pelaku usaha tidak ada alasan belum tahu adanya PPKM Darurat, serta lakukan pembatasan lalu lintas warga di kecamatan dengan kasus rendah,” tegas Ade Yasin.

Dirinya juga meminta Dinas Kesehatan kolaborasi dengan seluruh RSUD agar kebutuhan dasar RS terpenuhi dengan baik, seperti oksigen, tempat tidur, dan ruang ICU. Bila perlu lakukan alternatif dengan menetapkan beberapa RSUD jadi RS yang khusus menangani pasien Covid-19.

“Untuk memenuhi kebutuhan Tenaga Kesehatan (Nakes) lakukan rekruitmen dan kerjasama dengan sekolah perawat maupun akademi lainnya,” ungkap Bupati Bogor.

Lanjut Ade Yasin menyatakan, untuk antisipasi meningkatnya kasus meninggal dunia Covid-19, beberapa langkah upaya dilakukan yakni, memberdayakan UMKM dengan memanfaatkan dana BTT untuk memenuhi kebutuhan peti mati. Kemudian setiap camat harus segera membuat SK Tim Pemulasaran jenazah.

“Kecamatan juga harus menyediakan call center kecamatan yang melayani publikasi informasi kedaruratan, serta mengoptimalkan mobil siaga desa,” paparnya.

Tambahnya menerangkan, untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Bogor, melalui pelaksanaan vaksinasi massal berbasis masyarakat, dimana sentra vaksinasi ada di kecamatan yang melibatkan Nakes, RT, RW, TNI/Polri dan seluruh masyarakat. Rencana vaksinasi massal berbasis masyarakat rencananya akan dilaksanakan masyarakat wilayah Sentul City pada tanggal 12 Juli 2021 mendatang dengan sasaran 1.000-2.000 sasaran vaksinasi.

“Sementara untuk vaksinasi massal berbasis pelaku usaha/perusahaan telah dilaksanakan dan sudah berjalan sejak 30 Juni 2021 di PT Bantec Sentul dengan sasaran 450 orang,” tukasnya. (kb-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *