Bupati Bogor: Disrupsi Ekonomi Akibat Covid-19 Telah Menyumbat Sumbu Ekonomi

Bogor, kabarpokja.com

Bupati Bogor, Ade Yasin menjadi Narasumber dalam webinar dari Bogor menuju Konvensi Nasional Humas (KNH) 2020 dengan tema City Branding in Pandemic Era, bertempat di Ruang Kerja Rumah Dinas Bupati Bogor,

Ade Yasin menyampaikan, Disrupsi Ekonomi akibat Covid-19 telah menyumbat sumbu aktifitas ekonomi pada berbagai sektor termasuk pariwisata yang meningkatkan resiko kompleksitas masalah ekonomi dan sosial masyarakat dan kita masih belum tahu kapan pandemi akan berakhir dan semua negara sedang menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian yang sekarang sering disebut VUCA yaitu, Volatile (Bergejolak), Uncertain (tidak pasti), complex (Kompleks) dan ambigue (tidak jelas).

“Menghadapi kondisi VUCA akibat pandemi, suka tidak suka dan mau tidak mau harus merespon situasi yang berubah-ubah secara cerdas, belajar memahami dengan baik, mencari alternatif solusi lalu cepat beradaptasi,” ungkap Bupati.

Ade Yasin menyampaikan, dalam konteks kehumasan dikaitkan dengan dilema dengan keadaan, maka tantangannya adalah bagaimana disatu sisi Pemerintah Kabupaten Bogor secara persuasif terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada akan bahaya pandemi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, disisi lain harus melakukan pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata khususnya.

“Saya mengajak masyarakat atau wisatawan untuk mau kembali berwisata dan meyakinkan masyarakat bahwa destinasi wisata di Kabupaten Bogor aman dari penularan Covid-19, agar perekonomian daerah dapat tetap bergerak,”ujar Bupati.

Bupati Bogor juga menjelaskan sebagai upaya branding dan promosi pariwisata Pemerintah Kabupaten Bogor juga membuat berbagai event/lomba secara daring dan luring, seperti lomba menyanyi dan video kreatif tentang berwisata sambil menerapkan protokol kesehatan, untuk mengajak masyarakat luas kembali berwisata di Kabupaten Bogor.

“Dalam kondisi pandemi ini, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus membangun sarana dan prasarana infrastruktur untuk menunjang pemulihan ekonomi melalui program Sami Sade (satu milyar satu desa) yaitu anggaran satu milyar untuk membangun infrastruktur jalan desa,”kata Bupati.

Menurut Bupati Ade Yasin, disamping upaya branding destinasi wisata yang dilakukan Pemerintah yang lebih penting adalah pelaku usaha pariwisata itu sendiri, harus mampu menciptakan image dan meraih kepercayaan masyarakat dan menciptakan rasa aman bahwa lokasi wisatanya telah menerapkan protokol kesehatan. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *