Diduga Bermain mata dengan Pemenang Tender Puluhan Milliar,  Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Bogor, menuntut Bupati Bogor mencopot Kadis PUPR Kabupaten Bogor, serta memblacklist kontraktor nakal  proyek pedestarian Kandang Roda-Sentul.

Bogor,kabarpokja.com

Kordinator Lapangan ( korlap ) dalam aksi demontrasi oleh belasan anggota IMM Cabang Bogor ini Hendi menuntut kadis PUPR, Soebiantoro agar bertanggung jawab dan  turun dari jabatannya,  karena dinilai buruk dalam melakukan pengawasan terhadap proyek puluhan milyar rupiah milik Pemkab Bogor.

Salah satunya yakni  pembangunan pedestarian di jalan Kandang Roda-Sentul yang sudah jelas-jelas adanya temuan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) usai inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, belum lama ini .

“DPUPR atau kadisnya itu memiliki peranan penting dalam pengawasan setiap proyek milik Pemkab Bogor. Namun, meski ada peringatan yang sudah beberapa kali dilayangkan kepada pentolan DPUPR itu, tapi pihaknya terkesan acuh,” kata Hendi kepada wartawan kamis (19/8/21).

Lebih lanjut Hendi menjelaskan dalam proses pengerjaan proyek puluhan milyar di pengerjaan pedestarian Kandang Roda-Sentul, diduga adanya indikasi kecurangan dalam spek material di setiap pembangunan yang dikerjakan oleh kontraktor nakal tersebut.

“Salah satunya belum adanya uji lab pada pemakaian batu untuk pembangunan jalan dan trotoar dilokasi,” tegasnya.

Hendi mengatakan kaitan dugaan kecurangan atau adanya indikasi korupsi di proyek itu, telah dikonfirmasi juga oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi yang membidangi.

Sekedar diketahui, komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi proyek ini.dan semestinya, jika dalam sidak yang telah dilakukan wakil rakyat dan  terdapat temuan kecurangan indikasi korupsi yang diduga di lakukan oleh kontraktor selaku pemenang tender ini, semestinya komisi III DPRD Kabupaten Bogor langsung menjadi pembahasan serius saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di lembaganya tersebut beberapa pekan lalu.

“Tapi saat RDP digelar di gedung kehormatan anggota legislatif belum lama ini, komisi III malah sama sekali tidak membahasnya. itu seakan-akan menguatkan indikasi bahwa telah terjadi kongkalikong alias main mata dengan eksekutif maupun kontraktor nakal tersebut,” tambahnya

Lebih jauh, Hendi memaparkan, atas adanya dugaan temuan-temuan yang berhasil dihimpun oleh IMM Bogor, mendesak kepada Bupati Bogor dan ketua DPRD Kabupaten Bogor untuk segera memblacklist kontraktor nakal dan mencopot Kadis PUPR dari jabatannya.

“Kami menuntut Bupati Bogor dan Ketua DPRD segera memanggil dan menindak tegas kedua pihak yang disinyalir adanya dugaan kongkalikong atau main mata dalam proyek yang menelan uang negara mencapai Rp84 milyar lebih,” paparnya.

Hendi juga mengecam, apabila tuntutan ini tak segera digubris oleh orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu, dirinya bersama belasan anggota IMM Cabang Bogor Raya, akan kembali melakukan aksi dengan jumlah aksi demonstran yang lebih banyak dari hari ini.

“Kalau memang aksi kita tidak didengar para petinggi Pemkab Bogor ini, kita akan menggelar aksi demonstrasi dengan massa yang lebih banyak serta membuat Mosi tidak Percaya Kepada Pemerintah Kabupaten Bogor maupun DPRD Bumi Tegar Beriman,” kecamnya.

Sebagaimana diketahui, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor kembali soroti pengerjaan Proyek Pedestrian Kandang Roda-Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Selain akan dipanggil, Kontraktor PT. Hutomo Mandala Sepuluh Sebelas (KSO), dengan nilai Anggaran Rp 84.029.000.000,00, siap dikenakan sanksi berupa blacklist dan pemberhentian pekerjaan ( dauri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *