Pembangunan TPT di Ciomas di duga keras menyalahi aturan

Bogor, kabar Pokja

Minimnya pengawasan oleh pemerintahan melalui dinas PUPR Kabupaten Bogor cukup berdampak bagi lajunya pembangunan itu sendiri sehingga bisa mengakibatkan kerusakan pada area yang ada di sekitarnya.

Seperti halnya kegiatan pembangunan TPT di Kp Sinar Mulya RT 06/Rw 05 dan Kp Sari intan kecamatan Ciomas dimana dalam proses pelaksanaan nya pihak penyedia jasa di duga menggunakan matrial seperti batu mengambil dari aliran are sungai itu sendiri.

Menurut jarkasis dari lsm
LPKP2HI atau lembaga pengawas korupsi dan penegak hukum Indonesia, kegiatan di lapangan dalam penggunaan material berdasarkan hasil investigasi nya di lapangan bahwasanya pekerja menggunakan batu yang ada di sekitar kegiatan dan bahkan menurut pengakuan para pekerja masih menurut jarkasih pekerja melakukan itu dengan alasan kehabisan matrial dari pada menganggur Meraka ambil saja baru yang ada untuk pondasi.

Namun ketika hal tersebut di konfirmasikan ke Lia selaku penyedia jasa di kantor nya 3/11 di kawasan Cibinong, menyatakan akan terlebih dahulu konfirmasi ke para pekerja yang ada di lapangan.

Karena menurut Lia diri nya selalu memonitor dan rajin ke lapangan untuk mengecek progres di lapangan,dan saya juga tidak pernah memerintahkan untuk melakukan hal hal yang tidak dibenarkan, ” semen aja saya langsung D O kok dan gak bli ketengan tandas Lia.

Sementara itu Agus naenggolan saat akan dikonfirmasi mengatakan sebaiknya langsung saja ke pak Kabid Indra,” pusing saya ngurus gituan,ungkap Agus dan melalui pesan W A nya untuk konfirmasi juga ke Ka UPT Ciawi yang juga PPK nya.

Pembangunan TPT tersebut di laksanakan oleh penyedia jasa dari CV Fath Risky dan konsultan pengawas dari PT Angelia Derip mandiri dengan masa kerja sembilan puluh hari kalender,untuk itu diminta kepada penegak hukum yang ada di bumi tegar briman agar bisa menurunkan team nya ke lapangan,( Rif )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *