Tidak Peduli Dengan Lingkungan,
Warga Ontrog PT Pulau Intan ( PT Gudang SPE),
Pemdes Hentikan Kegiatan Proyek

Bogor, kabarpokja.com

Pemerintah Desa Cimandala Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor terpaksa melayangkan surat untuk menghentikan sementara kegiatan pembangunan proyek Raksasa yang dibangun oleh PT Pulau Intan yang di kenal dengan pembangunan Proyek SPE.

Dalam surat yang bernomor 146/…/VIII/2021 tertanggal 30 Agustus tersebut pihak Desa Cimandala meminta pembangunan gedung yang dikenal PT SPE yang di bangun oleh PT Pulau Intan tersebut agar dihentikan sementara karena pihaknya tidak mendengarkan keluhan warga Rw 03 Kp mandalasari.

komplik yang dialami warga sekitar dengan pihak PT Pulau Intan atau Pihak pemilik Gudang SPE tersebut berawal dari pembangunan Mega proyek yang dirasakan sangat menggangu ketenangan warga setempat .

Dalam surat yang di tanda tangani kepala desa Aditiya Agung Diningrat,S.Kom.Gr.M.Si, meminta semua pihak untuk menghentikan pembangunan sementara, sebelum menyelesaikan atau diadakan musyawarah terhadap warga RW 03 yang terkena imbas pembangunan tersebut .

Kepala Desa Cimandala yang akrab disapa Agung tersebut saat di hubungi Via telpon selulernya, membenarkan bahwa pihaknya telah mengirim surat tersebut kepada pihak terkait PT Pulau Intan atau yang terkait dengan pemilik proyek raksasa tersebut .

Menurut Agung, banyak keluhan Warga Cimandala khususnya mereka yang berada dekat dengan proyek , selain kebisingan ,dan ketakutan akan bahaya yang di timbulkan proyek tersebut , pihaknya juga telah melakukan survey dan pengecekan lapangan bahwa ada beberapa rumah warga yang retak akibat getaran proyek tersebut kata Agung .

Hal yang sama juga disampaikan Endang Ketua Rukun Tetangga 02/03, endang mengaku warganya banyak yang dirugikan akibat kegiatan pembangunan yang sedang berjalan yang di lakukan oleh PT Pulau Intan .maka itu warga melakukan protes dan Demo pada kamis 26 agustus lalu, warga ingin menuntut pelaksana proyek untuk memberikan ganti rugi terhadap Rumah Ujang Sanjaya, Hadi Syam dan Rohim yang retak akibat getaran alat berat berat yang beroperasi di proyek milliaran tersebut ungkap endang.
Selain itu endang juga mengeluhkan bahwa Proyek tersebut tidak bersahabat dengan lingkungan khususnya warga kp Mandalasari , buktinya pihak proyek atau pemilik tidak pernah menawarkan pekerja dari lingkungan setempat tambahnya .

Ungkapan Endang tersebut juga di amini oleh Ketua Rukun Warga 03 Rudi Japar , menurut Rudi selama ini pihak proyek tidak pernah komunikasi dengan pihak lingkungan khususnya warga Kp mandalasari, dirinya berharap agar pihak terkait yakni Gudang SPE dan PT Pulau Intan mau mengakomodir keluhan warga mulai dari iktikat baik ganti rugi rumah yang retak hingga ketenagakerjaan melibatkan lingkungan setempat bahkan pungkas rudi.
Sebagian warga menduga bahwa proyek raksasa itu juga belum mengantongi ijin lingkungan terdampak dan IMB.

Hingga berita ini di turunkan kabarpokja.com belum bisa terhubung dengan pihak terkait seperti PT Pulau Intan atau pimpinan Gudang SPE ( Dr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *