Tiga Kades Jadi Nara Sumber Pada Ngariung Pancakarsa Pokja Wartawan Kabupaten Bogor Edisi Kedua .

Bogor, kabarpokja.com

Tiga Kepala Desa asal Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor Selasa 15 /6/2021 Bersilaturahmi ke kantor sekretariat kelompok kerja wartawan kabupaten Bogor sekaligus menjadi nara sumber di acara Ngariung Pancakarsa Kelompok Kerja ( Pokja ) Wartawan Kabupaten Bogor pada edisi kedua .

Ketiga Nara sumber tersebut yakni Asep Irwan Kuswara kepala desa Srogol, M.Rifqi Abdullah, S.pd kades Tugu Jaya dan M.Darur Kahfi Kades Cisalada .ketiga Nara sumber tersebut berasal dari Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor
Dihadapan para jurnalis yang tergabung di kelompok kerja ( Pokja ) wartawan kabupaten Bogor ketiga kades tersebut memaparkan sejauh mana program pancakarsa di Desa masing masing berjalan dan apa saja kendala yang dalam melaksanakan program yang di usung Bupati Bogor Ade Yasin beserta wakil Bupati Iwan Setiawan.

Menurut kepala Desa Srogol pihaknya blm bisa melaksanakan Program pancakarsa tersebut sepenuhnya karena pihaknya beralasan saat menjabat kepala desa banyak sekali pekerjaan rumah dari pejabat sebelumnya. Sehingga dirinya harus melakukan pembenahan pasca kades lama ujar kepala Desa Srogol.

Meski demikian pihaknya tidak menampik bahwa program tersebut sangat bagus dan pihaknya sedikit demi sedikit sudah mulai menjalan lima misi Bupati dan wakil Bupati teraebut .

Hal yang sama juga dikatakan kades Cisalada Darur Kahfi, pihaknya mengaku sama hanya karena kondisi diwilayah yang memang berbeda, karena menurut Kades 60 % wilayahnya adalah lahan basah alias sawah maka pihak banyak mengurus tentang berbagai Budi daya seperti budaya ikan dan sayur mayur , namun khusus untuk panca karsa tetap jadi perhatian karena menurutnya lima visi tersebut juga menjadi sebuah vilar keberhasilan suatu desa.

Saat yang bersamaan kepala Desa Tugu Jaya M Rifky dalam paparannya sedikit lebih beruntung karena selain masyarakat memang tergolong lebih moderen juga sudah banyak hal yang dilakukan terlebih desa tugu Jaya memang di kenal banyak pesantren sehingga desanya juga dikenal dengan desa santri .
Lebih lanjut Rifky juga menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki 16 posyandu, empat ketua RW telah diberikan mobil siaga , dan program pangling alias pengajian keliling hingga kini masih tetap berjalan meski kuota di kurangin karena Covid tutur Rifky sapaan akrab kades yang memiliki nama lengkap Muhammad Rifqy Abdullah tersebut.

Dipenghujung diskusi ketiga kades asal kecamatan Cigombong ini sepakat bahwa untuk memajukan suatu daerah tentunya harus meningkatkan SDM dan IPM ,untuk mereka sangat menginginkan agar suatu saat di daerah Bogor bagian selatan ini memiliki Fakultas sehingga masyarakat sekitar bisa meningkat kualiatas sumberdaya manusia karena pihaknya yakin jika SDM Bagus danntinggi maka wilayah tersebut akan maju karena dipimpin oleh orang orang yang memiliki pengetahuan yang memadai jelas ketiga kades ( dauri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *