TPST Kampung Sawah Rumpin Baru Tahab Perencanaan

kabarpokja.com

kekhawatiran masyarakat Desa Kampung Sawah Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor akan timbul bau tidak sedap dan rawan penyakit dengan berdirinya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu ( TPST ) sebagaiman mereka sampaikan melalui orasi didepan pemerintahan kabupaten Bogor 4 Februari 2022 mendapat tanggapan dengan serius oleh pihak pemkab Bogor

salahsatunya datang dari Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Menurut Fadli apa yang disampaikan Masyarakat dalam Orasi gabungan dengan para mahasisiwa tersebut sangat di pahami dan di maklumi terlebih pihaknya memang baru tahab perencanaan. Demikian disampaikan Fadli saat ditemui di Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bogor Senin 7/2/22

Fadli juga meluruskan bahwa meskipun kajian belum seratus persen namun pihaknya telah memperkirakan dan memastikan bahwa tempat tersebut tidak akan terjadi penumpukan sampah .

tempat tersebut akan ada sebuah mesin Teknologi yang bisa membakar sampah yang berasal dari lima kecamatan di Bogor Barat , berdasarkan data yang ada kenderaan pengangkut sampah yang beropersi di 5 kecamatan tersebut semuanya hanya 15 unit , dengan luas tempat sekitar 2 Hektar maka jika mesin tersebut beroperasi dengan lancar maka dipastikan tidak akan ada penumpukan sampah
selain itu pihaknya juga menjelaskan jarak dari rumah masyarakat hingga ke Mesin pengolahan sekitar 500 meter, dan kemungkinan bau itu tidak akan sampai di tempat Hunian masyarakat tersebut katanya .

selain itu pihaknya juga meluruskan bahwa Detail Engineering Design ( DED ) tersebut sebenarnya cenderung milik DLH sebab pengertiannya pengerjaan konstruksi dapat di artikan produk konsultan perencana .” ya itu kita menghitung anggarannya , kalo jadi, pembesannya berapa ,terus operasionalnya sarana lainnya bagimana” ungkap Fadli.

namun yang jelas itu kita laksanakan untuk mengurangi dan menghindari penumpukan sampah di Galuga dan nambo dengan cara melakukan pengolahan sampah tersebut .

untuk itu, pihaknya tidak menyalahkan siapa siapa apalagi masyarakat , sebab itu memang baru teori belum praktek jadi hal yang wajar jika masyarakat sekitar merasa was was akan pencemaran lingkungan pungkas Fadli ( kb-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.